Jumat, November 27, 2009

Ingin sekali


Ingin sekali menerima kamu pecah di dadaku
Tanpa perhitungan sama sekali
Ingin sekali menikmati kamu mengecap aku dalam mulutmu
Tanpa simbah peluh sama sekali

Ingin sekali mengangkat tubuhmu penuh dalam alunan lenguhan
Tanpa iba sama sekali
Ingin sekali menari diantara kedua matamu
Tanpa jeda sama sekali

Hanya ingin sekali membasuh kamu dalam rona hidupku
Hanya ingin sekali menikmati angkuhmu yang temaram seterusnya
Tanpa syarat sama sekali
Kali ini sungguh-sungguh ingin sekali

27 November 2009

Jumat, Oktober 30, 2009

Menanti ditantang kamu, lagi!


Sedang tidak ingin berlari
Hanya ingin sepi sendiri
Sedang tidak ingin menjerit
Hanya sedang ingin menikmati rasa sakit

Biarkan satu semua dalam larut
Biarkan satu semua dalam hanyut

Sedang tidak ingin melompat
Hanya sedang ingin sibuk mengumpat
Sedang tidak ingin tertawa
Hanya sedang ingin menggeliat dan bersendawa

Biarkan berkumpul seperti lalat
Biarkan terbentuk seperti ulat
Menggeliat

Satu umpat
Dua berkelit
Tiga umpat
Empat MENJERIT

Telapak kaki yang lelah
Mata yang jenuh
Hati yang retak
Pikiran yang pecah

Setidaknya aku masih disini
Dan belum mati
Akan tetap seperti ini
Menanti
KAMU menjemput AKU
Akan AKU tunggu KAMU
Sekali lagi menantang AKU
Akan Aku terima tantangan KAMU

10.53 AM
Melbourne
30 Oktober 2009

Senin, Oktober 26, 2009

Lengking gumam


Bergumam dengan melengking tinggi
Dicabik hingga kelapisan terakhir
Tak sudi
Dia bilang tak mati

Disentuh tanpa terjamah
Mengelilingi matahari yang berpendar jahat
Merindu bulan yang hampa akan bintang
Sedihnya tak kepalang

Cuma-cuma dia beri cinta
Ujarnya penuh cela
Waspada seperti ular berbisa
Dia bilang tak mengapa, semua wajar saja

Terbalik dan busung dengan angin
Tulang berderik seperti ular
Siapa?
Siapa yang inginkan ini?

Aku bukan si pandai pertanda
Maka dari itu beri aku tanda
Hingga aku bisa mengeja semua

26 Oktober 2009
00.45
Melbourne.

Jumat, Oktober 09, 2009

Biasa bukan rumit


Aku menemukan kesulitan ketika harus mengeja kamu
Sebaiknya kamu segera pergi
Agar aku bisa bisa bebas mengurai kamu
Satu demi satu
Helai demi helai
Akan aku rancang sedemikian rupa sehingga membuat mudah
Setidaknya meminimalkan kerumitan yang ada

Aku gunakan waktu secara sederhana
Untuk secara perlahan mempelajari kamu
Berusaha menemukan kepingan teka teki
Yang terurai dengan sangat baik di atas meja
Ada kamu, aku, kita terhampar disana dengan apa adanya

Ku akui ini cukup menantang
Aku ambil sikap untuk waspada
Jangan sampai kau curi sisa hati yang ada

Aku hanya sedang tidak ingin rumit
Hanya sedang ingin menganalisa kamu secara biasa

Santa
9 Oktober 2009/Jumat
01.40 Dinihari

Sabtu, September 19, 2009

*Satu lipatan sempurna*


Sedari tadi aku bingung bagaimana mesti melipat kamu
Semua hal yang berkaitan dengan kamu ingin aku letakkan dalam setiap cadar yang terhampar
Sekali, dua kali, tiga kali, aku mengulang lipatan dengan cara yang berbeda
Tapi belum juga menemukan lipatan yang yang sempurna
Senyummu tetap muncul
Matamu tetap timbul
Gerak gerik tubuhmu tetap memantul
Mendadak lidahku mandul
Tak mampu lagi melipat kamu
Tak bisa membuat jutaan lipatan tentang mata, senyum dan gerak gerik tubuhmu dalam satu lipatan yang sempurna

Dan sebenarnya
Aku ingin sekali merenggut kamu
Menculik kamu
Kemudian menyimpan kamu baik-baik dalam setiap helai lipatan benakku
Dan mencuri bau napasmu yang bau tembakau itu untuk aku abadikan dalam liang tenggorokku
Merampas semua sisa dirimu untuk aku simpan dalam toples hidupku
Agar aku bisa menyimak kamu
Agar aku bisa menikmati kamu
Agar aku bisa menyimpan kamu

Aku akan sekali lagi mencoba
Mencari pola lipatan sempurna
Untuk kembali mempesonamu dengan keahlianku membuat satu lipatan rasa



Santa,
19 September 2009
01.13 pagi