Selasa, Maret 01, 2011

Tidak kemana


Habis kata tak ingin terus mengulang betapa aku begitu gegap gempita
Dirimu berderak maju menghimpit rasa
Hingga seluruh diriku penuh akan kamu
Jangan lagi memaksa, kau telah berkuasa

Jika saja ada waktu sekian lama aku akan meminta
Untuk bisa berlama-lama bersamamu
Tak ingin ada satu malam lagi tak menikmati bau napasmu
Tak ingin ada sekian menit lagi tanpa menikmati wajahmu

Remuk sudah tak terbantahkan
Rasa ingin yang tak berkesudahan
Setiap kali mencicipi matamu yang terhampar luas
Penuh makna dari hati ke hati

Berjanjilah tanpa kata-kata
Kau tak akan kemana-mana
Di sini saja
Menikmati kebersamaan ini hingga kita senja

Jakarta, 1 Maret 2011

Jumat, Februari 25, 2011

Dengki

Rasanya umpatan kata sudah terjulur kaku diujung lidahku
Ingin melontarkannya kepadamu
Namun kewarasanku menghalanginya
Tak ingin aku menjadi buruk sepertimu

Entah dengki apa lagi kali ini yang kau simpan
Kini kau seperti belukar yang berusaha menjerat
Tak lihat kemampuan akarmu ini
Semacam ingin perang tanpa strategi

Aku tak ingin melanjutkan buruk sangka ini
Jika kau ingin lanjut, lanjutkan saja sendiri
Silahkan onani
Karena kau tak akan pernah sekalipun mencapai puncak

Pinjam saja liur orang lain
Jika ingin meludah, buang di tempat layak
Jika memang masih ada sisa kata pantas untukmu
Timbun dengkimu, dan bawa mati.

Aku tak peduli.

Senin, Februari 07, 2011

Tak Sampai


Aku jera
Merasakan semua perasaan ini
Karena ujung yang tak jelas
Dan terutama keberadaan kamu
Yang hilang timbul seperti hantu

Aku telah berpikir
Untuk menjauh saja
Dan sekaligus menghilang
Mencari cara yang manis untuk membunuh kamu dalam diam

Kali ini aku ingin sunggung-sungguh
Aku ingin tak tahu lagi tentang kamu
Karena perasaan ini telah cukup lama mengendap
Tanpa tahu berakhir dimana

Menghapus kamu
Merasakan sakitnya
Tak ingin lagi hanya menikmati punggungmu
Yang aku inginkan bukan itu

Semoga air hujan menghapus jejakmu!


07 Februari 2011

Jumat, Januari 21, 2011

Kacau!


Tak suka rasanya
Begitu haru dan kelu
Tak nyaman rasanya
Aku ingin pergi tapi tak hendak

Semua jadi satu dalam hati dan pikiran
Bimbang di beberapa pilihan
Logika bermain keras
Mendesak dan meletup-letup
Perasaanku membengkak
Bikin sesak

Tak jarang nyaris menetes air mata
Tapi aku tak ingin larut
Ingin sendiri saja
Tapi tak ingin kesepian

Ah
Aku resah
Sudah lama tidak merasakan hal ini

Aku tak suka rasanya
Begitu galau
Kacau
Ambigu!

21 Januari 2011
H. Nawi

Selasa, Januari 11, 2011

Aku ulang


Hilang timbul. Datang pergi. Kerjaanmu hanya membubuhi hidupku dengan harapan dan airmata.

Sekejap hadir, kemudian tertelan. Kau curi aku sebentar untuk dipeluk malam, lalu pagi dinihari kau serahkan aku pada matahari.

Maumu apa? Aku menghela napas panjang.
Bisakah kali ini saja kau menetap? Dan tidak pergi dengan mesin waktumu.

Kau mampir kali ini dengan maaf dan jawaban sekian waktu aku nanti
Dan akupun jawab, “setidaknya aku tak akan mati penasaran”

Lalu kau pergi lagi, dengan sebuah pusaran waktu. Binasa.
Kau pergi dengan pernyataan, “Kita akan segera bertemu”
Dan aku termangu, sambil menjawab dalam hati, “Kapan?”

Aku ulang.
Kerjaanmu hanya membubuhi hidupku dengan harapan dan airmata.

11 Januari 2011
H. Nawi