Senin, April 18, 2011

Na na na na !


Seperti otomatis
Mencintai kamu
Seperti pengulangan
Merindukan kamu

Terjalin rapat
Seperti kain
Luruh manis
Seperti beledu

Hanya ingin menikmatimu
Dalam gumam dengan nada yang sama
Hanya ingin mencinta
Dalam ketukan yang sepadan

Bila ini tak wajar
aku akan tetap bersenandung
na na na na
aku sudah otomatis mencintai kamu

17 April 2011

Lemah


Dijalur ini aku pernah bersembunyi dan berhenti dari kamu
Lelah yang luluh lantak
Perasaan yang tak pernah menuju titik akhir
Selalu haus dan kosong

Simpang siur lalu lintas hati kita
Banyak tanya dan jawaban yang gamang
Aku masih tetap berdiri
Dan menetapkan hati

Bilamana kini hatiku telah memilih
Untuk mempertahankan apa yang telah kita punya sekarang
Apakah akan banyak lagi pertimbangan di benakmu?
Karena aku sudah tak sanggup lagi berargumentasi denganmu

Yang aku miliki saat ini hanya keyakinan tak kasat mata
Yang akan aku terjemahkan padamu melalui waktu dan perilaku
Yang aku sanggupi saat ini hanya keinginan untuk hidup bersamamu
Tidak untuk keraguan dan pertimbangan yang melemahkan kita

Bisakah kau pahami itu?

17 April 2011

Selasa, Maret 01, 2011

Tidak kemana


Habis kata tak ingin terus mengulang betapa aku begitu gegap gempita
Dirimu berderak maju menghimpit rasa
Hingga seluruh diriku penuh akan kamu
Jangan lagi memaksa, kau telah berkuasa

Jika saja ada waktu sekian lama aku akan meminta
Untuk bisa berlama-lama bersamamu
Tak ingin ada satu malam lagi tak menikmati bau napasmu
Tak ingin ada sekian menit lagi tanpa menikmati wajahmu

Remuk sudah tak terbantahkan
Rasa ingin yang tak berkesudahan
Setiap kali mencicipi matamu yang terhampar luas
Penuh makna dari hati ke hati

Berjanjilah tanpa kata-kata
Kau tak akan kemana-mana
Di sini saja
Menikmati kebersamaan ini hingga kita senja

Jakarta, 1 Maret 2011

Jumat, Februari 25, 2011

Dengki

Rasanya umpatan kata sudah terjulur kaku diujung lidahku
Ingin melontarkannya kepadamu
Namun kewarasanku menghalanginya
Tak ingin aku menjadi buruk sepertimu

Entah dengki apa lagi kali ini yang kau simpan
Kini kau seperti belukar yang berusaha menjerat
Tak lihat kemampuan akarmu ini
Semacam ingin perang tanpa strategi

Aku tak ingin melanjutkan buruk sangka ini
Jika kau ingin lanjut, lanjutkan saja sendiri
Silahkan onani
Karena kau tak akan pernah sekalipun mencapai puncak

Pinjam saja liur orang lain
Jika ingin meludah, buang di tempat layak
Jika memang masih ada sisa kata pantas untukmu
Timbun dengkimu, dan bawa mati.

Aku tak peduli.

Senin, Februari 07, 2011

Tak Sampai


Aku jera
Merasakan semua perasaan ini
Karena ujung yang tak jelas
Dan terutama keberadaan kamu
Yang hilang timbul seperti hantu

Aku telah berpikir
Untuk menjauh saja
Dan sekaligus menghilang
Mencari cara yang manis untuk membunuh kamu dalam diam

Kali ini aku ingin sunggung-sungguh
Aku ingin tak tahu lagi tentang kamu
Karena perasaan ini telah cukup lama mengendap
Tanpa tahu berakhir dimana

Menghapus kamu
Merasakan sakitnya
Tak ingin lagi hanya menikmati punggungmu
Yang aku inginkan bukan itu

Semoga air hujan menghapus jejakmu!


07 Februari 2011