Senin, Mei 03, 2010

Mulai enggan!


Aku merasa mulai kehabisan daya untuk memahami kamu
Ketika semua usaha telah aku kerahkan
Dan kamu hanya beringsut sedikit dari tempat kamu menaruh harga standar
Aku telah paham aku nyaris berada dititik mana




Aku mulai lelah dengan caramu memperdaya logikamu sendiri
Keenggananmu untuk belajar memahami perasaan orang lain mulai mengusik kesabaranku
Kini aku merasa diriku mulai menaruh harga mati
Aku telah paham aku nyaris berada dititik mana

Jika nanti aku telah tiba pada satu kata cukup
Aku harap kamu bisa paham
Bahwa itu berarti selesai sudah
Berarti aku sudah tiba pada ujungku

Mungkin memang disayangkan
Mungkin patut ditimbang balik
Mungkin bisa ditawar kembali
Mungkin ya, mungkin tidak

Yang pasti saat ini aku mulai enggan
Aku lelah untuk merasa lelah

Aku merasa usahaku hanya berpijak pada sisi telapak yang salah
Jika ini memang benar hanya bertepuk sebelah tangan

Aku telah paham aku nyaris berada dititik yang mana

Rolrambutkoneng
06.28 WIB
3 Mei 2010/Senin

Sabtu, April 17, 2010

Begini jika aku berjumlah sejuta


Begini
Bagaimana jika aku ludahi kamu dengan berjuta-juta amarah

Begini
Bagaimana jika aku banjiri kamu dengan berjuta-juta butir air mata

Begini
Bagaimana jika aku merengkuh kamu dengan berjuta-juta gelak tawa

Begini
Bagaimana jika aku mencabik kamu dengan berjuta-juta dendam yang belum sirna

Begini
Bagaimana jika aku mencium kamu dengan berjuta-juta kecupan manis

Begini
Bagaimana jika aku berlari kearahmu dengan berjuta-juta tuntutan

Begini
Bagaimana jika aku tiba-tiba melesak ke hatimu dengan berjuta-juta rasa

Begini
Bagaimana jika aku menyatakan kepada jiwamu berjuta-juta harapan

Apakah kali ini kau tetap bungkam
Apakah kali ini kau tetap belum paham
Apakah kali ini kau tetap diam

Begini
Bagaimana jika aku menusuk relung hatimu dengan belati yang telah aku hunus sejak kemarin-kemarin?

Apakah kali ini akan membuat kamu menoleh dan memberi aku berjuta-juta alasan?

17 April 2010
22.28 WIB

Sabtu, Maret 20, 2010

Infeksi


Hatimu melengkung
Didesak oleh rasa yang kian cembung

Hatiku melengkung
Didera oleh cinta yang kian membusung

Hati kita melengkung
Tidak perlu rekonstruksi amarah yang berdengung

Hatiku menanti
Dendam yang kau simpan mati

Hatiku menanti
Kecewa yang bertahta perlahan terobati

Hatiku menanti
Hatimu paham bahwa hatiku tetap disini

20 Maret 2010

Selasa, Maret 02, 2010

Telah terinjak


Senantiasa ada dan menghentak
Menghunus seperti rasa berani
Tetapi senja yang timbul tenggelam
Membuatku ragu untuk berujar

Semua serba kabut tipis
Seperti labirin yang terkoyak
Debu beterbangan tak tentu arah
Salah satunya hinggap dipucuk hidungmu
Ingin rasanya kukecup dengan ujung bibirku

Merasakan kamu seperti menikmati satu gelas teh tawar hangat
Tidak perlu manis yang menyengat
Hangat saja sudah cukup membuat relung dadaku tersekat

Merenungi kamu sebelum aku rebah
Menikmati bau kulitmu yang seperti bau matahari
Menghirup bau napasmu yang seperti bau tembakau
Tak perlu aku julurkan lidahku untuk merayu
Kehadiranmu sudah membuatku gundah

Diam saja disana
Di pojokan ruang tempat biasa
Biarkan aku tetap menelan kekaguman akan semua rasa
Jangan bergerak
Aku tidak lagi ingin tersedak
Oleh rasa yang aku persilahkan masuk dan mulai terasa sesak

Jangan dihitung
Ini bukan matematika dan logika
Tetaplah diam seperti sebuah karya pahatan patung
Aku sudah mengunci rapat kedua telinga

Jangan beranjak
Aku sudah pada titik ingin berteriak
Bahwa hatiku telah terinjak

Telah terinjak!

2 Maret 2010
00.18 WIB

Sabtu, Februari 06, 2010

Rindu










Aku rindu
Nyeri seperti disayat sembilu

Aku bisu
Rasa ini menggugurkan egoku

Aku kelu
Karena begitu menginginkan kamu

Santa,
6 Februari 2010