Sepotong asa dalam alunan angklung di bulan sabit yang menjuntai. Ada mereka, ada aku dan yang paling penat adalah ada benakku. Semuanya terjalin seperti jaring laba-laba di pojok blog ini.
Rabu, Oktober 27, 2010
Kita bisa apa?
Cinta kita sedang diuji
Seberapa tahan menanggung darah dan nanah serta derai air mata
Ketika apa yang kita sebut jagad mulai menancapkan kuku
Atas kekuasaan itu kita bisa apa?
Nyawa bergelimpangan
Luka berderak maju pantang mundur
Mendesak cinta kita hingga nyerinya sampai ke ulu hati
Atas kekuatan itu kita bisa apa?
Sayatan menganga dilengan masing-masing
Apa rasanya sudah tidak sanggup dihirau
Semua ini begitu bertubi-tubi
Atas kebingungan ini kita bisa apa?
Melipat tangan dan tahan napas
Luruh duka ke bumi
Seperti lagi dan lagi bernapas dalam air
Atas kehilangan begitu banyak cinta kita bisa apa?
Atas apa yang kita sebut bencana?
Kita bisa apa?
Rabu, 27 Oktober 2010
Rumah Warna
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar