Rabu, Oktober 15, 2008

Aku mencintai aku



Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan seperti ini. Yang tadinya hidupku tanpa warna, hanya penuh dengan pertanyaan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan, beberapa tahun terakhir aku bisa merasakan betapa aku memang masih menginginkan sebuah kehidupan yang lebih dahsyat lagi.

Aku mencintai pekerjaanku.
Aku mencintai sahabat-sahabatku.
Aku mencintai beberapa laki-laki sekaligus.
Aku mencintai hingar bingar.
Aku juga menikmati alkohol turun ke tenggorokanku dan membuatku hilang kontrol sedikit.
Aku mencintai rasa perih ketika tubuhku dirajah dengan tinta
Aku mencintai tubuhku dinikmati dengan penuh hasrat dan rasa
Aku mencintai kebebasan yang aku miliki sekarang.
Aku bisa memilih jalan yang akan aku pertanggung jawabkan segala resikonya.
Aku lebih menikmati keperempuananku.
Aku jauh menikmati proses hidupku sekarang.
Aku jatuh cinta pada eksistensiku sebagai ”seseorang”.

Jadi, ketika banyak orang bertanya mengapa aku memilih untuk hidup sendiri?
Aku pikir, hanya aku dan setan yang tahu bagaimana rasanya menjadi diriku sendiri.
Dan peduli setan dengan pertimbangan dan analisa orang-orang tentang aku?
Aku bukan milikmu. Aku milik diriku sendiri.

Aku tidak takut akan kesendirianku.
Aku tidak takut akan pandangan remeh orang-orang ke aku.
Aku tidak takut akan esok.
Aku tidak takut hari ini.
Aku lebih tidak takut lagi akan kemarin.
Karena kemarin lah yang membuatku seperti sekarang.

Jadi,
Jangan tanya aku lagi dengan pertanyaan mengapa aku memilih untuk berpisah darimu ...
Karena jawabannya sangat sederhana ...
Aku cinta diriku lebih dari aku menginginkan kamu dalam hidupku!


Renakse Hotel – Phnom Penh, Cambodia
Room 21
10 Oktober 2008
Pk. 00.01

1 komentar:

  1. keren euy. setelah mendengar cerita lu semalam, goresan kata2 yang lu tulis ini sangat pas, dan lu banget deh..

    BalasHapus